CARA MEREDAM PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA

ceritalebaydeco_pertengkaranPertengkaran dalam kehidupan rumah tangga, adalah sesuatu yang mungkin dan wajar terjadi. Bahkan orang sering menyebut bahwa kehidupan rumah tangga tanpa adanya masalah, ibarat garam tanpa sayur. Gak nyambungkan? Heheh tapi tahulah maksud tulisan saya kemana. hehehh

Pasca pertengkaran biasanya akan lebih lengket dan ‘greget’ jika kita mampu mengolahnya. Pasangan akhirnya tahu mana yang disukai dan tidak serta mana yang sensistif atau tidak. Namun yang jadi masalah adalah, bagaimana pertengkaran itu bisa diselesaikan. Tidak sedikit permasalahan dalam rumah tangga berlanjut terus tanpa unjung, yang akhirnya pertengkaran itu akan mengancam kehidupan rumah tangga. Berikut adalah tips dalam mengatasi pertengkaran dalam rumah tangga :

1. Tetap Tenang

Saat pertengkaran terjadi, sebaiknya jangan sampai perasaan marah itu dilepas selepas lepasnya.  Berusahalah untuk melebarkan masalah sesuai imaginasi kita. Kadang saat marah imaginasi buruk kita main dengan kata “pasti…” “kalau” dan kata kata lain yang menambah api kemarahan. Padahal apa yang kita imaginasikan belun tentu benar.  Ada baiknya hadapi dengan kepala dingin. Menghadapi pertengkaran dengan tenang akan menyederhanakan masalah (bukan berarti menyepelekan).

2. Tanyakan Apa yang Dia Inginkan

Persoalan tidak akan selesai kalau semua ingin menang sendiri. Tanyakan apa yang ia inginkan. Bersikap terbuka dan menaruh perhatian akan membuat pasangan kita meredakan sedikit emosinya. Percayalah, orang yang dalam keadaan emosi tidak mampu berlogika dengan baik.

3. Minta Maaf

Mengalah bukan berarti kalah. Jika kita dan pasangan dilingkupi cinta yang dewasa, tentu tidak perlu menunggu siapa yang lebih dulu mengungkapkan maaf. Berfikirlah cerdas bahwa kita hidup bersama pasangan kita bukan untuk sehari atau dua hari tapi sampai meninggal.

4. Sentuhan Lembut

Maaf tidak hanya sebatas di bibir saja, ada baiknya kita mengiringi permintaan maaf dengan tindakan menyentuh atau membelai lembut pasangan.

5. Lawan cara berfikir negatifnya dengan tetap berbicara positif

Ibarat api dikasih bensin tak terbayang besarnya api tersebut. Bila api diberi air, lama alam akan padam. Sama halnya dengan pasangan kita yang sedang marah, tetaplah respon dia dengan bahasa positif. Lama lama akan padam sendiri marahnya.

Jika masalah yang kecil bisa membangun kemarahan kita, bukankah itu akan menggambarkan seberapa besar kedewasaan kita. Dan jika masalah besar membuat kita sulit memaafkan, bukankah akan menghabis tenaga dan fikiran kita selama kita bertahan dengan pendirian kita.

Mudah mudahan bermanfaat untuk yang sudah menikah dan terinspirasi bagi yang belum nikah untuk cepat cepat nikah. He..he.e.

Crriing

2 comments to CARA MEREDAM PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA

  • Saifullah Indra

    Tapi ada benarnya juga Mas kata sebagian orang bahwa kehidupan berumah tangga tanpa adanya masalah, ibarat garam tanpa sayur, memang sekilas gak nyambung tapi kalau disambung-sambungin bagi yang sudah berumah tangga bisa nyambung juga hehe…

    Satu hal yang mungkin perlu diingat, pertengkaran bisa juga muncul karena sejak awal sebelum nikah sudah salah persepsi bahwa nikah itu untuk enak-enak, pasangan kita adalah orang yang yang paling sempurna, orang yang tidak mempunyai kekurangan, pokoknya yang serba wah wah…. Sehingga saat memasuki dunia pernikahan yang sebenarnya dia akan kaget bahwa pasangan yang selama ini dipersepsikan paling sempurna (diidam-idamkan sejak awal) ternyata tidak seperti apa yang dibayangkannya (juga mempunyai kekurangan), sehingga membuat ia kecewa. Maka banyak sekali pertengkaran yang disebabkan masalah-masalah sepele (karena kekurangan pasangan) yang bisa berakibat pada ‘maaf’ perceraian.

    Tetapi jika sejak awal pra-nikah sudah dibangun rasa ‘bersama’ dalam arti susah dan senang dipikul bareng2, rasa ‘melengkapi’ dalam artian sadar bahwa setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing2, sehingga saat memasuki dunia pernikahan yang sebenarnya andaikan nanti muncul/ada masalah karena adanya kekurangan dari salah satu pasangan, insya Allah masalah yang bisa menimbulkan pertengkaran bisa diminimalisir/cepat diselesaikan karena sejak awal dia ‘sadar’ bahwa dia nikah tidak hanya untuk ‘enak-enak saja’.

    Walah saya kok jadi ngelantur kemana-mana ini, apa gara-gara berkunjung ke ceritalebay ya… akhirnya ikut lebay hehe 😀

    Salam……

    Reply
    • admin

      ahahah terimakasih sudah melimpir ke gubuk lebay. Saya sangat sependapat titik poinnya adalah kesepakatan sebelum menikah itu penting. Iratanya sebelum menikah sebaikanya pasangan itu harus buat AD/ART yang jelas (tentunya sesuai dengan tuntunan agama). Semoga pasangan pasangan yang baru menikah bisa lebih baik lagi dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Salam Criing

      Reply

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*

  • Hide