MENGATASI EMOSI YANG MELUAP

ceritalebaydeco_emosiMatahari pagi masih malu malu tuk menyembulkan dirinya. Udara segar merangkak masuk ke sudut sudut ruang melalui jendela yang terbuka. Aisyah begitu sibuk menyiapkan sarapan sambil menyelesaikan pekerjaan administrasi sebagai pengajar Sekolah Dasar, ditambah urusan pemberkasan yang selalu mendadak dan tak kunjung selesai. Ica dan Farhan menikmati sarapan di meja makan bersama Rusdi. Tiba tiba air panas yang sedang dimasukkan kedalam termos tumpah. Aisyah cepat menghindar tapi termosnya terjatuh dan terdengar lapisan dalam termos berderak pecah. Rusdi langsung cepat melompat dari kursi dan berlari memegang Aisyah yang tampak shock dan tertekan. Muka Aisyah terlihat tegang. Nafasnya seperti memburu.  Dilepasnya pegangan Rusdi dari tangannya, lalu menatap tajam tajam mata Rusdi sambil berbicara terbata bata. “Kenapa kak? Memang gak boleh mecahin termos dan numpahin air panas? Ini juga gak sengaja. Selama ini saya gak pernah buat kesalahan. Semua saya lakukan dengan sempurna untuk mu dan anak anakmu. Apakah kebaikan saya selama ini…..”

Belum selesai Aisyah berbicara, Rusdi langsung menutup bibir Aisyah dengan jari. “Marah lah dek. Akan aku degarkan sepenuh hati. Tapi jangan ungkit kebaikan yang telah kau lakukan saat marah karna itu akan menghanguskan niat tulusmu pada Allah” kata Rusdi dengan tenang sambil menatap mata Aisyah dengan lembut. Aisayah langsung memeluk rusdi dan menagis terisak isak. ”Istighfar dek, biar tenang hati mu,” bisik Rusdi sambil tetap memeluk aisyah.

Ica dan Farhan terbengong tanpa berkata apa apa. Tak lama kemudian Rusdi dan Aisyah bersama sama merapihkan serpihan pecahan termos dan air yang bececeran. Ica dan Farhan juga perlahan lahan membantu ayah dan bundanya.

“Sudah hampir jam setengah tujuh. Saatnya anak anak berangkat sekolah” kata Aisyah pelan dengan muka sembab.
“Ica dan Farhan bisa naik ojek bang Jali ke sekolah?” tanya Rusdi sambil mengedipkan mata pada kedua anaknya.
“oke Ayahh. Bisa doong” kata Ica dan Farhan kompak.

Setelah kedua anaknya berangkat sekolah yang biasanya diantar Rusdi, Aisyah duduk lemas di bangku meja makan. “Maafkan saya kak. Mungkin saya terlalu stress menghadapi pekerjaan di sekolah yang bertumpuk dan selalu dadakan. Tidak sekali dua kali kalau pemerintah mengadakan pemberkasan pasti dadakan. Kenapa orang orang yang tak tahu manajemen ada di pemerintahan? Tak tahukan mereka bahwa di akhirat akan dipertanyakan amanah yang mereka pikul??” kata Aisyah dengan suara geram.

Rusdi hanya tersenyum tanpa mengeluarkan kata kata sedikitpun. Ia kecup kenih Aisyah lembut. Tak lama kemudian Rusdi bertanya, “Mau libur atau tetep berangkat ngajar nih?”
“harus tetep berangkat, kak. Kalau saya tak datang hari ini akan menambah rumit pemberkasan saya nanti” jawab Aisyah sambil menggenggam tangan Rusdi erat.
“Siap siaplah. Saya antar kamu sampai sekolah” kata Rusdi sambil tersenyum.
“Kakak sudah terlambat kerja ini. Biar saya pergi naik ojek” kata Aisyah.
“Ssst..semua bisa diatur. Biarkan saya mengantarmu hari ini” jawab Rusdi sambil menutup bibir Aisyah dengan jari telunjuk kanannya.
Aisyah tersenyum dan berkata, “sekali lagi saya katakan kak. Jarimu terasa dingin dibibir ku”

“Iya doong. Karna jari telunjuk saya tak perlu pemberkasan untuk menyentuh bibirmu” jawab Rusdi sambil mengedipkan mata kanannya.

“Ahahaha.. Saya siap siap dulu ya kak” Aisyah tertawa lepas sambil menuju kamar menyiapkan diri untuk berangkat mengajar.

Crriing

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*

  • Hide