JANGAN RAMPAS, KAK!

cerbayyUsai subuh, Aisyah begitu sibuk menyiapkan sarapan untuk Rusdi dan anak anaknya. Ia seperti berpacu antara melayani suami, anak dan menyiapkan segala peralatan kerjanya. Ia pun sibuk meyiapkan ‘bekel’ nasi untuk makan siang Rusdi ditempat.

“Saya buat kopi sediri aja ya. Kamu keliatan sibuk banget” kata Rusdi sambil memeluknya dari belakang.

“Jangan kak. Biarkan saya melakukan sendiri. Ini tugas saya sebagai istri” katanya menyendok nasi untuk Rusdi dan anak anak.

“Biar kamu gak repot banget dek. Kamu juga harus siap siap berangkat kerja”

“Kakak… saya sadar akan resiko saya sebagai istri dan juga pengajar di sekolah. Selagi saya bisa melakukan kedua duanya, dengan ikhlas saya lakukan kak..”

“Gak apa apa saya bikin kopi sendiri. Saya gak bisa lihat kamu letih untuk melayani ku dan juga memenuhi tuntunan pekerjaan mu”

“Sit down please Honey.. Kakak telah mengizinkan saya untuk mengajar. Dan itu keinginan saya. Tak ada alasan buat saya untuk tidak melayani kakak karena saya sibuk dengan pekerjaan saya. Kakak tetap NOMOR SATU”

“Are you sure??” tanyaku

“Kak.. dengar! Jangan rampas ladang amal saya dengan melayani mu yang terbaik yang saya bisa.” Kata Aisyah sambil menatap mata Rusdi.

Rusdi cuma tersenyum dan mendaratkan ciuman di dahi Aisyah berulang ulang kali.

Criinggg….

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*

  • Hide