SIAPA YANG TERBAIK

cintalbySaat tugas keluar kota, hanya berjarak tiga jam dari Jakarta,  Rusdi mengajak Aisyah ikut menemaninya. Malam harinya mereka menelusuri pinggir jalan yang penuh dengan hiruk pikuk jajanan yang mengundang selera. Mereka mencari tempat makan yang paling enak. Lima belas menit berjalan, akhirnya mereka menemukan tempat yang nyaman, romatis dengan pemandangan perbukitan. Setelah duduk ditempat yang mengahadap pada pemandangan malam, seorang pelayan menghampiri.
“Selamat malam. mau pesan apa?” sapa pelayan itu ramah sambil memberikan daftar menu.
“Gurame bakar dan tumis kangkung ya” kata Rusdi cepat.
“minumnya?” tanya pelayan itu lagi.
“kamu mau apa dek? Teh manis? ” tanya Rusdi.
“Teh hangat saja kak. Gak perlu manis. Sebab saya sudah cukup….”
“Iyaaaaa saya tahu kamu sudah cukup manisss..” potong Rusdi. “Saya pesan teh manis dan kopi hitam mbak” kata Rusdi pada pelayan.
“Kami punya kopi terbaik. Bapak mau mencoba?” tawar pelayan itu dengan bangga.
“Maaf mbak. Tak ada kopi yang paling enak selain buatan orang yang disampingku ini. Jadi tetap kopi hitam. Oke?” kata Rusdi tegas.
“heheh..lebayyy tenan..” kata Aisyah sambil mencubit paha Rusdi. Pelayan itu pun terseyum sambil menuju dapur tuk menyiapkan pesanan mereka..
Criingg.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*

  • Hide