KARENA CINTA ADALAH KEHORMATAN

hjn6Minggu malam Rusdi mengajak Aisyah jalan untuk makan malam. Sesampainya di tempat makan yang menggunkan tema sawung, Aisyah memesan makanan yangg memang sudah tahu apa yang disukai dan tidak disukai suaminya.

“Kak, kalau melihat orang yang di sekeliling kita, terutama para wanitanya, aku jadi minder” kata Aisyah sambil menunggu pesanan makanan tiba.

“Memang kenapa?” tanya Rusdi heran.

“Mereka seperti modern dan highclass. Kakak cocok dengan mereka mereka” jawab Aisyah.

“Kalau kamu ngomong gitu, teringat ucapan istri Buya Hamka waktu diminta pidato secara tiba tiba. Tahu kamu apa yang istri Buya Hamka katakan?” kata Rusdi sambil tersenyum.

Aisyah hanya geleng geleng kepala. “Begitu banyak buku buku tentang Buya Hamka di lemari kakak, tapi tak satu bukupun saya baca..heheh” kata Aisyah nyengir.

“Istri buya hamka hanya bilang begini –SAYA diminta berpidato, tapi sebenarnya ibu-ibu dan bapak-bapak sendiri memaklumi bahwa saya tak pandai pidato. Saya bukan tukang pidato seperti Buya Hamka. Pekerjaan saya adalah mengurus tukang pidato dari sejak memasakkan makanan hingga menjaga kesehatannya–. Tahu gak kamu, sontak Buya hamka menangis terharu saat istrinya turun dari panggung setelah bebicara seperti itu. Istri beliau tersenyum saat Buya Hamka masih menagis sambil berkata pada suaminya dengan polos, –Kan yang Ummi pidatokan itu kenyataannya saja—“

Aisyah terdiam dan tak terasa bulir air mata Aisyah mulai keluar dari matanya.

“Semakin sukses seorang laki laki, selalu ada wanita yang mendukung dan mendokan dari belakang yang tak terlihat oleh orang lain. Seringkali kali istri Buya Hamka meneteskan air mata, ketika membuka almarinya untuk mengambil kain-kain simpanannya untuk di jual ke pasar karena kehidupan mereka yg berkekurangan. Tak tega melihat istrinya terus menguras hartanya, Buya Hamka pernah mengeluarkan beberapa helai kain bugisnya untuk dijual. Namun sang istri mencegahnya. Kata istri beliau, –Kain Angku Haji jangan dijual, biar kain saya saja. Karena Angku Haji sering keluar rumah. Di luar jangan sampai Angku Haji kelihatan sebagai orang miskin,–. Dalam keadaan sederhana istri Buya Hamka masih mempertimbangkan kehormatan suaminya. Apa saja dilakukannya agar Buya Hamka tidak terlihat lusuh di mata jama’ah dan masyarakat. Dari mulai memikirkan pakaian hingga membersihkan kopiah bila Buya Hamka hendak keluar. Karena cinta adalah kehormatan. Buya Hamka hebat karena memiliki istri yang hebat” kata Rusdi lagi sambi menghapus air mata Aisyah yang terharu.

“Apakah Buya Hamka sangat menyayangi istrinya kak?” tanya Aisyah.

“Sangat sayang pake bingit!. Bahkan ketika anak beliau bertanya kenapa ayahnya sangan kuat membaca Alquran setelah istri beliau meninggal, Buya menjawab, –Ayah dan Ummi telah berpuluh-puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, Ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun, bila ingatan Ayah kepada Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah shalat Taubat dua rakaat. Kemudian Ayah mengaji. Ayah berupaya mengalihkannya dan memusatkan pikiran dan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah’—Lalu anaknya bertanya lagi, — Mengapa Ayah sampai harus melakukan shalat Taubat?—Lalu Buya Hamka menjawab — Ayah takut, kecintaan Ayah kepada Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah. Itulah mengapa Ayah shalat Taubat terlebih dahulu— Kamu bisa baca dialog itu dalam Buku berjudul AYAH, yg ditulis oleh Irfan Hamka”

Pipi Aisyah makin basah mendengar penjelasan suaminya. Sampai makanan tiba, air mata nya tetap keluar. Rusdi memegang erat tangan Aisyah sambil memperhatikan dua pelayan di depannya yang menghidangkan makan dan minum yg dipesannya. Setelah pelayan itu pergi, Rusdi berbisik pada Aisyah, “Gimana kita makan kalau nangis terus”

Criiing…

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*

  • Hide