BERBICARA TANPA KATA KATA

aaakecwsaUsai magrib, Rusdi langsung meninggalkan kantornya menuju Pondok Indah menemui teman lamanya. Sesampainya di salah satu Café, seorang laki laki tegap dan perlente langsung memanggilnya dari jauh. Rusdi langsung bergegas menemui laki laki itu dan langsung merangkul nya lalu duduk di kursi yang sudah disediakan.

“Elu makin gemuk aje, Rus. Mau pesen apa? Kopi pastinya kan?” kata Boby teman lamanya waktu SMA.

“Expresso coffe with two shots” jawab Rusdi cepat.

Sambil menunggu pesanan, mereka saling berbicara bergantian menceritakan pengalaman mereka selama ini. Gelak tawa dan saling mengejek tentang masala lalu juga mewarnai pembicaraan mereka. Hingga tiba satu pertanyaan dari Rusdi yang membuat Boby diam sejenak. “Anak lu udah berapa Bob?”

“Gue belom kawin, Rus. Gue udah berusaha cari pendamping tapi belum ada cocok. Dan gue nyaman dengan kesendirian gue ini. Gue happy kok” kata Boby seperti ingin meyakinkan Rusdi. Ia hanya diam saja sambil menatap kedua mata Boby.

“Gue kerja, gue punya penghasilan, gue punya rumah, gue punya kendaraan. I’m single but I’m very happy” kata Boby lagi dengan gesture yang tidak singkron. Rusdi tetap diam saja sambil terus memperhatikan kedua pupil mata Boby.

“Sendiri gak berarti lonely kan? Gue kuat kok walau sendiri. Gue bisa kemana mana. Dan gue bebas, gak ada yang larang” kata Boby lagi.
Rusdi tetap diam dengan tatapan matanya. Seolah olah ia sedang mencari sesuatu yang berbeda antara apa yang dibicarakan dan di hati temannya itu.

“Lu kenapa lihat gue terus? Gue bahagia kok. Beneran.” kata Boby lagi.
Rusdi tertunduk sebentar, lalu tersenyum dan kembali menatap Boby.
Kini Boby yg malah salah tingkah. Ia tertunduk dan tak berani menatap Rusdi.

“Tetep gue akuin, gue gak begitu bahagia dengan kesendirian gue. Gue tetep manusia yg butuh temen hidup” kata Bobi dengan suara pelannya.

“Carilah Bob. Jangan kau kejar kesempurnaan dalam pasanganmu, tapi utamakan akhlaqnya. Karena akhlaq takkan lekang oleh waktu” kata Rusdi sambil tersenyum.

Boby tertunduk dan terdiam. Begitu pula Rusdi. Mereka tampak seperti berbicara dari hati ke hati tanpa mengelurakan kata kata. Rusdi sesekali menyeruput pekatnya expresso coffee sambil sesekali mengisap kreteknya.

Criiing…..

2 comments to BERBICARA TANPA KATA KATA

  • Wadiyo

    cerita yang bagus.
    jadi penasaran menunggu lanjutan kisahnya.
    terima kasih dan salam kenal

    Reply
    • Deco

      terimakasih. Salam kenal dan salam criing

      Reply

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*

  • Hide