KALO GAK BOLEH, YA GAK BOLEH. TITIK!

aaabbbcccSabtu siang, Rusdi menjemput Aisyah dari kampus bersama Farhan dan Ica. Terlihat muka Aisyah agak berkerenyit karna begitu banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan.

“Dosennya gak kira kira kasih tugas, kak. Mana harus di serah besok lewat email” kata Aisyah sambil memasuki mobil yg telah dibukakan oleh Rusdi.

Rusdi hanya tersenyum sambil menutup pintu mobil. Ica dan Farhan saling berpandangan tanpa kata melihat Bunda mereka kesal.

“Ayah punya usul, bagaimana kalau kita bantu Bunda mengerjakan tugas kuliahnya. Jadi kita langsung pulang, gak pergi kemana mana. Setuju?” tanya Rusdi sambil mulai menjalankan mobilnya.

“Setuju…” jawab Ica dan Fahan serentak.

Aisyah tersenyum sambil mencium kedua anaknya, “Bener nih mau bantu Bunda?”

“Beneran doong bun. Kan ada mbah google” kata Farhan.

Mereka semua tertawa dalam mobil mendengar jawaban dari farhan.

Sesampai nya di rumah, Rusdi langsung melihat kertas tugas yang harus diselesaikan. Farhan dan Ica mulai menghidupkan laptop dan Aisyah ke dapur membuat teh manis dingin dan kopi. Pertanyaan pertanyaan dalam tugas tidak begitu asing bagi Rusdi yang memang dulu berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Setelah mencari dalam buku dan searching di internet, tugas Aisyah selesai. Farhan dan Ica pun sudah mulai bosan hingga akhirnya mereka pindah ke ruang tamu untuk nonton tv. Rusdi memperbaiki redaksional setiap jawaban dalam tugas didampingi Aisyah sambil meletakkan dagunya di punggung Rusdi.

“Criing.. selesai deh tugasnya” kata Rusdi pada Aisyah.

Aisyah tersenyum senang sambil mengusap usap punggung suaminya. “Trimakasih ya kak. Apa yang kamu lakukan saat ini salah satu sebab kenapa aku makin mencintaimu” kata Aisyah lebay.

Rusdi tersenyum dan diam sejenak. Lalu ia mulai berbicara pelan pada Aisyah, “Aku memilihmu bukan karena ada sesuatu yang istimewa dalam dirimu. Aku memilihmu bukan karena kelebihan yang engkau miliki. Aku memilihmu tanpa memandang kekurangan yang ada dalam dirimu. Aku memilihmu karena kamulah PILIHAN KU, tanpa peduli alasan apapun atau penjelasan dari siapapun.”

“Heheh..rangkaianmu lebih dahsyat kak mengguncang hatiku” kata Aisyah sambil tersenyum.

“Heheh..saatnya kita email tugasmu. Apa nama email mu dek?” tanya Rusdi sambil meletakkan jarinya di atas laptop.

“aisyahrusdi@gmail.com” jawab Aisyah.

“Kenapa kamu pakai nama saya dibelakang namamu, dek?” tanya Rusdi.

“Karena engkau suami ku, kak” jawan Aisyah singkat.

“Jangan dek. Islam tak mengajarkan nama belakang suami ditempatkan setelah nama istri. Kalau kamu mau, tempatkan nama bapakmu di belakang namamu” jawab Rusdi serius.

“kan Cuma di email saja kak..” kata Aisyah.

“dimanapun dan kapanpun atau dengan sejuta alasan apapun, kalau memang tidak dibolehkan, maka janagan dilakukan” jawab Rusdi lagi.

“Iyaa.. iyaa.. saya ganti deh. Kakak tuh kalau udah saklek, susah masuknya lagi” kata aisyah sedikit kesal.

“Heheh..jangan menafsirkan sesuatu bila kita tak memiliki ilmu yang cukup” kata Rusdi sekarang mulai tersenyum.

Aisyah tak menjawab. Mukanya cemberut sambil mengganti nama emailnya.

Criiing..

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*

  • Hide